Celah di Plugin Everest Forms Pro Memungkinkan Hacker Kuasai Situs WordPress

Peneliti keamanan memperingatkan adanya eksploitasi aktif terhadap kerentanan kritis pada plugin Everest Forms Pro untuk WordPress. Celah keamanan ini memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh dan mengambil alih situs yang rentan.
Kerentanan tersebut terdaftar sebagai CVE-2026-3300 dan memengaruhi Everest Forms Pro versi 1.9.12 serta versi yang lebih lama.
Menurut laporan Wordfence, ribuan upaya eksploitasi telah terdeteksi sejak April 2026, menunjukkan bahwa pelaku ancaman telah memanfaatkan celah ini dalam serangan nyata.
Dapat Dieksploitasi Tanpa Login
Everest Forms Pro merupakan plugin premium yang digunakan untuk membuat formulir kontak, pendaftaran pengguna, hingga formulir pembayaran di WordPress.
Masalah keamanan ditemukan pada fitur Complex Calculation yang memungkinkan data formulir diproses menggunakan kode PHP.
Peneliti menjelaskan bahwa kelemahan dalam proses validasi input memungkinkan penyerang menyisipkan kode PHP berbahaya yang kemudian dijalankan oleh server.
Karena serangan tidak memerlukan autentikasi, pelaku dapat melancarkan eksploitasi tanpa perlu memiliki akun di situs target.
Hacker Dapat Membuat Akun Administrator
Jika berhasil dieksploitasi, kerentanan ini dapat memberikan kendali penuh terhadap situs WordPress.
Wordfence melaporkan bahwa salah satu aktivitas yang terdeteksi dalam serangan adalah pembuatan akun administrator baru yang tidak sah.
Dengan akses administrator, pelaku dapat mengubah konfigurasi situs, memasang malware, mencuri data, atau mengambil alih seluruh website.
Lebih dari 29.000 Serangan Terdeteksi
Kerentanan ini pertama kali dilaporkan oleh peneliti keamanan bernama h0xilo pada Februari 2026.
Pengembang Everest Forms kemudian merilis patch keamanan pada 18 Maret 2026 untuk menutup celah tersebut.
Meski patch sudah tersedia, Wordfence mencatat lebih dari 29.300 upaya eksploitasi yang diblokir sejak 13 April 2026.
Hal ini menunjukkan masih banyak situs yang belum memperbarui plugin mereka ke versi terbaru.
Langkah Mitigasi yang Disarankan
Administrator WordPress yang menggunakan Everest Forms Pro disarankan segera memperbarui plugin ke versi terbaru yang telah mengatasi kerentanan tersebut.
Selain itu, Wordfence menyarankan pemilik situs untuk:
- Memeriksa akun administrator yang baru dibuat tanpa izin.
- Meninjau log aktivitas untuk mendeteksi perilaku mencurigakan.
- Memeriksa indikator kompromi yang berkaitan dengan eksploitasi.
- Menghapus akun atau perubahan konfigurasi yang tidak dikenal.
Peneliti juga menyebut adanya string “diksimarina” yang ditemukan dalam sebagian aktivitas eksploitasi dan dapat digunakan sebagai indikator awal untuk investigasi.
WordPress Tetap Jadi Target Utama
Kasus Everest Forms Pro kembali menunjukkan bahwa plugin WordPress menjadi salah satu target utama pelaku ancaman siber.
Karena banyak situs bergantung pada plugin pihak ketiga, keterlambatan dalam memasang patch keamanan dapat membuka peluang bagi penyerang untuk mendapatkan akses penuh ke website.
Oleh karena itu, pembaruan rutin dan pemantauan keamanan tetap menjadi langkah penting untuk melindungi situs WordPress dari ancaman yang terus berkembang.
Sumber: Baca artikel asli di sini




