AIStartup

Startup Listen Labs Dapat Suntikan Dana US$69 Juta untuk Percepat Riset Pasar dengan AI

Listen Labs Raih Pendanaan US$69 Juta untuk Kembangkan Platform Riset Pelanggan Berbasis AI

Startup riset pasar berbasis kecerdasan buatan (AI), Listen Labs, mengumumkan pendanaan Seri B senilai US$69 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Putaran pendanaan ini dipimpin Ribbit Capital dengan partisipasi dari Sequoia Capital, Conviction, Pear VC, dan Evantic.

Dengan tambahan modal tersebut, total pendanaan yang berhasil dihimpun Listen Labs kini mencapai US$100 juta. Valuasi perusahaan juga naik menjadi sekitar US$500 juta.

Pendanaan baru ini datang di tengah pertumbuhan bisnis yang pesat. Dalam sembilan bulan terakhir, pendapatan tahunan perusahaan dilaporkan meningkat hingga 15 kali lipat. Listen Labs juga mengklaim telah menjalankan lebih dari satu juta wawancara pelanggan menggunakan teknologi AI.

Mempercepat Riset Pelanggan dengan AI

Listen Labs mengembangkan platform yang dirancang untuk menggantikan sebagian proses riset pasar tradisional yang selama ini dikenal memakan waktu dan biaya besar.

Melalui sistem berbasis AI, perusahaan dapat melakukan wawancara pelanggan secara otomatis dan menghasilkan laporan dalam hitungan jam. Pendekatan ini berbeda dengan metode konvensional yang sering membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengumpulkan dan menganalisis data.

Platform Listen Labs bekerja dengan empat tahap utama. Pengguna membuat studi riset dengan bantuan AI, memilih peserta dari jaringan yang diklaim mencapai 30 juta orang, menjalankan wawancara melalui moderator AI, lalu menerima laporan yang berisi temuan dan pola utama dari hasil penelitian.

Menurut perusahaan, penggunaan wawancara video dengan pertanyaan terbuka membantu menghasilkan jawaban yang lebih mendalam dibanding survei tradisional.

Fokus Tingkatkan Kualitas Data

Selain mempercepat proses riset, Listen Labs juga berupaya mengatasi masalah penipuan yang kerap terjadi di industri riset pasar global.

Perusahaan mengembangkan sistem verifikasi yang mencocokkan identitas peserta dengan profil profesional mereka serta menganalisis konsistensi jawaban selama wawancara berlangsung. Langkah ini bertujuan memastikan data yang diperoleh berasal dari responden yang valid.

Sejumlah pelanggan mengklaim sistem tersebut berhasil meningkatkan kualitas hasil riset. Emeritus, perusahaan pendidikan daring, menyebut tingkat penipuan dalam proses pengumpulan data turun drastis setelah menggunakan platform Listen Labs.

Digunakan Microsoft dan Sejumlah Perusahaan Besar

Listen Labs telah digunakan oleh berbagai perusahaan untuk memperoleh umpan balik pelanggan dengan lebih cepat.

Microsoft, misalnya, memanfaatkan platform tersebut untuk mengumpulkan cerita pengguna dari berbagai negara dalam waktu yang jauh lebih singkat dibanding metode riset konvensional. Proses yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga beberapa minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.

Perusahaan lain seperti Simple Modern dan Chubbies juga menggunakan layanan Listen Labs untuk menguji konsep produk baru dan mengumpulkan masukan pelanggan sebelum peluncuran produk ke pasar.

Siapkan Fitur Pelanggan Sintetis

Ke depan, Listen Labs berencana mengembangkan teknologi yang memungkinkan perusahaan membuat profil pelanggan sintetis atau synthetic users berdasarkan data wawancara yang telah dikumpulkan.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mensimulasikan respons pelanggan terhadap produk atau layanan baru sebelum diluncurkan.

Selain itu, perusahaan juga mengeksplorasi berbagai bentuk otomatisasi yang memungkinkan hasil riset langsung diterjemahkan menjadi tindakan bisnis tertentu. Meski demikian, Listen Labs menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan berada di tangan manusia.

Perusahaan juga menyatakan tidak menggunakan data pelanggan untuk melatih model AI mereka serta secara otomatis menghapus informasi identitas pribadi guna menjaga privasi pengguna.

Dengan pendanaan baru dan pertumbuhan bisnis yang kuat, Listen Labs menjadi salah satu startup AI yang mencoba mengubah cara perusahaan memahami kebutuhan pelanggan melalui riset yang lebih cepat dan berbasis data.


Sumber: Baca artikel asli di sini

Artikel Terkait

Back to top button